Ya,itu yang ada di benak saya dan sedang dijalani saat ini. Kalau dihitung-hitung ini adalah tahun ke-19 saya sekolah tanpa henti. itu artinya hampir 80% umur saya dijalani sebagai pelajar. Jenuh? bosan? mungkin antara Ya dan Tidak. Jika saya menemui hal yang sama sepanjang waktu itu, jawabannya pasti Ya. Tapi, sampai saat ini, setiap tahun selalu ada kejutan dan hal-hal baru yang membuat saya selalu bersemangat dan mampu mengatakan Tidak jenuh.
Namun, berbicara tentang bosan sekolah, saya pernah mengalaminya. Ironisnya, kebosanan muncul di tahun kedua saya bersekolah (ketika saya di kelas 0 besar TK). Waktu yang terlalu dini untuk bisa menentukan rasa bosan, bahkan. Disaat anak-anak lain hanya berpikir tentang main dan main saja.
Saat itu saya mogok sekolah, padahal kelulusan tinggal 3bulan lagi. Beribu alasan saya sampaikan kepada orang tua saya, malas bertemu dengan teman yang so' jagoan lah, sudah bosan dengan pelajaran yang itu lagi itu lagi padahal saya sudah bisa, serta alasan-alasan lain yang saya buat agar tidak perlu sekolah. Alhasil, orang tua saya sangat kaget dengan keinginan saya saat itu, terutama Bapak yang sampai menitikkan air mata karena takut anaknya tidak mau sekolah lagi kedepannya. Ya, sangat wajar memang, kekhawatiran orang tua yang ingin anaknya sukses. Akhirnya saya berhenti sekolah dan malah asyik di rumah kakek untuk belajar bertani jamur, membantu memasang ubin rumah, atau sekadar membaca majalah Intisari.
Namun, walaupun saya absen di 3bulan terakhir saya sekolah, saya tetap memperoleh Ijazah TK saya. Dan sampai sekarang, rasanya sekolah sudah menjadi candu dalam hidup saya.
Apakah Anda memiliki pengalaman serupa? silakan share di sini.




